Koordinasi Tim Kerja Layanan dan Pendayagunaan Hasil Lingkup BRMP Perkebunan
Dalam rangka optimalisasi penyebarluasan teknologi tanaman perkebunan maka dilaksanakaan Rapat Koordinasi Tim Kerja Layanan dan Pendayagunaan Hasil Lingkup BRMP Perkebunan pada Jumat, 20 Februari 2026. Rapat dipimpin oleh Ketua Kelompok Kerjasama dan Penyebarluasan Hasil BRMP Perkebunan. Pada kesempatan ini disampaikan arahan terkait pentingnya meningkatkan distribusi teknologi yang dihasilkan oleh BRMP kepada para petani. Seiring dengan upaya pengembangan sektor perkebunan, penyebarluasan teknologi yang telah diproduksi ternyata masih menemui kendala yang cukup signifikan. Salah satu masalah utama yang diidentifikasi adalah lemahnya distribusi teknologi ke tingkat petani, yang mengakibatkan teknologi tersebut tidak dapat diadopsi secara maksimal. Hal ini terjadi karena masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang platform media sosial yang dapat menjadi alat efektif dalam memperluas jangkauan informasi teknologi pertanian. Akibatnya, potensi teknologi BRMP Perkebunan yang seharusnya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas perkebunan di Indonesia menjadi terhambat.
Terkait hal tersebut, sejumlah langkah strategis dan solusi konkret diusulkan untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah dengan membangun Dashboard Penyebarluasan Terpadu, sebuah sistem yang dapat memantau, mengukur, dan mengevaluasi efektivitas penyebaran teknologi kepada para petani. Dengan adanya dashboard ini, penyebarluasan teknologi akan lebih terstandarisasi, terukur, dan terpantau dengan jelas. Hal ini sangat penting agar dampak dari penyebarluasan tersebut dapat terlihat secara nyata dan dapat dievaluasi untuk perbaikan di masa depan. Selanjutnya, program Satu Balai, Satu Inovasi Unggulan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan setiap balai memiliki inovasi unggulan yang dapat didorong dan diperkenalkan kepada petani di sekitar wilayah tersebut. Inovasi ini bertujuan untuk memfasilitasi adanya kemajuan yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing sektor perkebunan.
Tidak kalah pentingnya adalah penguatan branding internal BRMP Perkebunan untuk meningkatkan citra organisasi di mata masyarakat dan petani. Untuk itu, BRMP Perkebunan perlu lebih aktif dalam melakukan komunikasi dan penyuluhan mengenai berbagai inovasi dan program yang sudah dijalankan. Branding yang baik akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi yang diperkenalkan serta mendorong partisipasi aktif para petani dalam mengikuti dan memanfaatkan teknologi tersebut. Dalam era digital ini, media sosial menjadi salah satu sarana yang sangat efektif untuk melakukan branding dan sosialisasi informasi. Oleh karena itu, penggunaan platform media sosial oleh BRMP Perkebunan harus ditingkatkan untuk memperluas jangkauan penyebarluasan teknologi kepada petani di seluruh Indonesia.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, diharapkan teknologi BRMP Perkebunan dapat memberikan dampak yang lebih besar dan nyata bagi kemajuan sektor perkebunan. Penyebarluasan yang lebih terstruktur, sinergi yang lebih kuat, dan branding yang lebih efektif akan membawa perubahan positif yang signifikan, baik untuk peningkatan kesejahteraan petani maupun untuk kemajuan sektor pertanian dan perkebunan secara keseluruhan. Dengan kerjasama dan kolaborasi antara berbagai pihak, kita dapat mewujudkan sektor perkebunan Indonesia yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.