Akselerasi Pangan : Wamentan dan Menteri PPN Pimpin Gerak Tanam Serempak di Lamongan
Sebagai wujud nyata dalam mengakselerasi pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, BRMP Tanaman Pemanis dan Serat berpartisipasi aktif dalam Gerak Tanam Serempak yang dipusatkan di Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Agenda kolaboratif ini menjadi bukti sinergi lintas sektoral yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. Acara ini turut dikawal secara masif oleh Bupati dan Wakil Bupati Lamongan, PJ LTT Jawa Timur, perwakilan UPT Kementan Jawa Timur, serta barisan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan kelompok tani setempat.
Momentum gerak tanam ini tidak hanya dimanfaatkan untuk penanaman massal, melainkan juga sebagai ruang transisi menuju pertanian berbasis teknologi. Di hadapan para petani, pemerintah mendemonstrasikan sejumlah inovasi mutakhir untuk mendongkrak efisiensi dan produktivitas lahan, di antaranya adalah penggunaan alat semai bibit otomatis, pengoperasian mesin tanam padi presisi (transplanter), dan aplikasi drone udara untuk penyemprotan pestisida yang lebih cepat dan merata. Guna memaksimalkan implementasi teknologi tersebut secara langsung, pemerintah sekaligus menyalurkan bantuan strategis berupa benih unggul padi untuk pengembangan seluas 16.639 hektar senilai Rp5,87 miliar dan benih jagung untuk 12.289 hektar senilai Rp11,06 miliar. Dukungan juga diberikan melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa 13 unit rotavator senilai Rp 4,94 miliar, 23 unit hand traktor senilai Rp 862,5 juta, 108 unit pompa air senilai Rp 2,59 miliar, 181 unit kegiatan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier senilai Rp 19,61 miliar, serta 3 unit combine harvester senilai Rp 1,29 miliar. Total bantuan yang disalurkan Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Lamongan mencapai Rp 49,55 miliar.
Dalam pidato sambutannya, Bupati Lamongan menegaskan komitmen penuh dari jajaran pemerintah daerah untuk menyukseskan pencapaian target LTT. Langkah ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Lamongan sebagai salah satu penyokong utama lumbung pangan di tingkat nasional. Kabupaten Lamongan adalah salah satu sentra padi di Jawa Timur dengan produktivitas yang pada awalnya 7 ton/ha menjadi 7,3 ton/ha. Senada dengan visi tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyerukan pentingnya kerja sama tim di lapangan. Beliau mengimbau seluruh petani untuk terus bersinergi dan mematuhi arahan teknis dari Kementerian Pertanian agar setiap target strategis pembangunan sektor pertanian dapat tereksekusi secara presisi.
Wakil Menteri Pertanian, Dr. Sudaryono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan pencapaian swasembada beras yang kini membebaskan Indonesia dari belenggu ketergantungan impor. Untuk mempertahankan kemandirian pangan ini, Wamentan memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang berpihak pada petani, meliputi jaminan kelancaran distribusi pupuk hingga ke level akar rumput, penerapan potongan harga pupuk untuk meringankan beban ongkos produksi, dan percepatan perbaikan infrastruktur dan revitalisasi jaringan irigasi.
Wamentan memastikan dukungan penuh kementerian terhadap realisasi target LTT di Lamongan. Sebagai bentuk komitmen dan kehadiran negara, beliau mengambil langkah proaktif dengan menyediakan akses komunikasi tanpa sekat. "Kami membuka ruang komunikasi secara langsung bagi kelompok tani. Tujuannya satu, untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan sehingga target produksi pangan nasional dapat terpenuhi," tegas Wamentan mengakhiri kunjungannya.