Koordinasi BRMP TAS - Dispertabun Kabupaten Kediri, Petakan Strategi LTT di Kabupaten Kediri
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) selaku penanggung jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Kediri terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Langkah ini merespons laporan Tim Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri yang mencatat realisasi LTT hingga 14 Juli 2026 baru mencapai 25.422,5 hektare (ha), atau 37,34 persen dari total target 68.087 ha.
Fenomena kemarau kering menjadi kendala utama pada periode Juli. Dari target bulanan 1.164 ha (kesanggupan wilayah 972 ha), realisasi baru menyentuh 425 ha atau 36 persen. Kondisi tersebut memicu para petani setempat tetap mempertahankan komoditas tembakau yang lebih toleran terhadap minimnya pasokan air. Menyikapi kendala ini, BRMP TAS dan Dispertabun Kabupaten Kediri bergerak cepat memetakan solusi melalui sosialisasi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dijadwalkan Rabu, 15 Juli 2026.
Model PM-AAS dirancang dengan prinsip utama tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya, mekanisasi pertanian, implementasi berbasis korporasi skala luas, intensifikasi produksi, serta teknologi spesifik lokasi. Pendekatan ini bertujuan mengoptimalkan seluruh tahapan budidaya sejak awal musim tanam agar potensi hasil tercapai maksimal.
Dalam koordinasi teknis, Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, memaparkan bahwa aplikasi PM-AAS di Kediri sejauh ini mengandalkan varietas Inpari 32 dengan rata-rata produktivitas 9,1 ton/ha, unggul dibanding varietas Inpari 49 yang menghasilkan 7,7 ton/ha.
Kepala BRMP TAS, Sri Suhesti, menyarankan penggunaan varietas berpotensi hasil tinggi seperti Inpago. Langkah ini sekaligus menjadi strategi antisipasi menghadapi perkiraan BMKG terkait fenomena El Nino kuat atau Godzilla yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun.