PM-AAS Siap Akselerasi Produksi Padi, BRMP TAS dan Pemkab Kediri Perkuat Sinergi
Upaya percepatan peningkatan produksi padi guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan terus diperkuat melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Teknologi budidaya padi modern ini mengintegrasikan mekanisasi pertanian, teknologi presisi, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan budidaya yang efisien untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi diproyeksikan meningkat dari rata-rata sekitar 5,6 ton per hektare menjadi minimal 10 ton per hektare, bahkan berpotensi mencapai 12,4 ton per hektare.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian tersebut, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) selaku penanggung jawab pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Kediri menyelenggarakan Koordinasi dan Sosialisasi Teknologi PM-AAS. Kegiatan yang berlangsung di Graha Tantama, Balai Desa Purwokerto, ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta unsur terkait lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kapasitas penyuluh dan para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan teknologi pertanian modern.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, H. Sukadi, S.E., M.M., Kepala BRMP Tanaman Pemanis dan Serat, Dr. Sri Suhesti, S.P., M.P., Koordinator Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Kabupaten Kediri, Zuraidah, S.P., perangkat desa, serta para penyuluh pertanian dan Babinsa yang menjadi ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Ardiansyah, S.ST. dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur hadir sebagai narasumber dan memaparkan konsep penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Ia menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem budidaya padi berbasis modernisasi yang mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian, teknologi presisi, benih unggul, serta pengelolaan budidaya yang lebih efektif dan efisien. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, tetapi juga menekan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Tanaman Pemanis dan Serat, Dr. Sri Suhesti, S.P., M.P., menekankan pentingnya percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai salah satu indikator utama keberhasilan program swasembada pangan. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi LTT Kabupaten Kediri tercatat mencapai 24.998 hektare atau 36,72 persen dari target nasional sebesar 68.087 hektare. Capaian tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran penyuluh, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja melalui percepatan tanam serta penguatan pendampingan kepada petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, H. Sukadi, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, serta seluruh elemen yang terlibat dalam pembangunan pertanian. Ia mengajak seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan semangat pendampingan kepada petani, serta mengawal penerapan teknologi pertanian modern agar target Luas Tambah Tanam dan peningkatan produksi pangan dapat tercapai secara optimal.
Melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi serta komitmen seluruh pihak dalam mengimplementasikan teknologi PM-AAS di lapangan. Dengan dukungan teknologi pertanian modern, kolaborasi lintas sektor, serta pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas padi di Kabupaten Kediri terus meningkat, target Luas Tambah Tanam (LTT) dapat tercapai, dan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dapat direalisasikan secara lebih cepat dan berkesinambungan.