Optimalkan Potensi Zakat, YDSF Gelar Kajian Inspiratif di Aula BRMP Tanaman Pemanis dan Serat
Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) kembali memperkuat literasi umat mengenai pentingnya berbagi melalui kajian bertajuk "Zakat, Infaq, dan Shodaqoh: Pilar Keberkahan Harta". Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan pada hari Selasa, 12 Maret 2026 di Aula Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) dihadiri oleh puluhan jamaah serta pegawai di lingkungan setempat.
Dalam pemaparannya, Ustadz Edi Wibowo dari YDSF menekankan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen penting dalam pemerataan ekonomi umat. Beliau menjelaskan perbedaan mendasar antara zakat yang bersifat wajib dengan nishab tertentu, serta infaq dan shodaqoh yang lebih fleksibel namun memiliki keutamaan luar biasa dalam menghapus dosa dan menolak bala.
"Harta yang kita miliki sejatinya adalah titipan. Dengan berzakat dan bersedekah melalui lembaga yang amanah dan terakreditasi baik seperti YDSF, kita memastikan bahwa hak-hak mustahik tersampaikan dengan tepat sasaran untuk program pemberdayaan," ujar sang ustadz di hadapan para peserta.
Kajian ini juga menyoroti peran zakat produktif yang kini banyak dikelola untuk membantu masyarakat mandiri secara ekonomi, sejalan dengan visi modernisasi dan kemandirian yang sering menjadi nafas kegiatan di lingkungan BRMP. Peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama mengenai cara menghitung zakat profesi di era modern saat ini.
Melalui kegiatan ini, YDSF berharap kesadaran masyarakat untuk ber-ZIS semakin meningkat, sehingga semakin banyak penerima manfaat yang dapat terbantu melalui berbagai program sosial, pendidikan, maupun kemanusiaan yang dikelola yayasan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pembukaan gerai layanan zakat bagi para jamaah yang ingin langsung menunaikan kewajiban maupun berbagi kebaikan di lokasi acara.