Teknologi Irigasi Tetes Sebagai Alternatif Solusi Menghadapi El Niño Pada Budidaya Tebu
Menghadapi tantangan musim kemarau panjang serta dampak fenomena El Niño, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) mengambil langkah strategis melalui penerapan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) pada komoditas tebu. Inovasi ini dilaksanakan di Instalasi Pengujian dan Pengembangan Tanaman Pemanis (IP2MP) Asembagus, Situbondo, sebagai bentuk nyata komitmen lembaga dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Indonesia melalui pendekatan precision farming.
Penerapan teknologi irigasi tetes ini dapat dilakukan pengaturan pemberian air yang paling optimal sesuai dengan kebutuhan tanaman tebu. Dengan cara ini, tanaman tebu dipastikan tetap tumbuh maksimal dan tangguh menghadapi kekeringan ekstrem, meski dengan penggunaan air yang sangat efisien.
Upaya mitigasi ini dipandang sangat krusial bagi keberlanjutan industri tebu nasional. Efisiensi penggunaan air melalui sistem irigasi tetes diharapkan menjadi solusi nyata dalam menyelamatkan hasil panen dari ancaman iklim, sekaligus mendukung kelestarian lingkungan melalui praktik smart farming yang berkelanjutan.
Melalui penerapan teknologi ini, BRMP TAS optimis bahwa pertanian tebu akan menjadi lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi di masa depan, meski di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Smart farming untuk pertanian yang lebih manis dan tangguh!