Pengembangan Varietas Tebu Toleran Cekaman: Kolaborasi BRMP TAS dan PT Kebon Agung
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) memperkuat kolaborasi strategis bersama PT Kebon Agung guna mengakselerasi pengembangan varietas tebu unggul yang adaptif terhadap cekaman lingkungan. Koordinasi ini berlangsung di Kantor Direksi Graha Kebon Agung, Surabaya, dengan agenda utama membahas keberlanjutan program perakitan varietas tebu yang toleran terhadap cekaman kekeringan serta salinitas.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi BRMP TAS diterima langsung oleh Kepala Divisi Risbang serta Kepala Divisi Tanaman PT Kebon Agung, Yudi Galih Pratama, beserta jajaran staf terkait.
Perwakilan BRMP TAS, Tantri, menyampaikan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan kerjasama yang telah dirintis sejak periode 2020/2021. BRMP TAS berencana melanjutkan tahapan Uji Multilokasi (UML) dengan menetapkan lahan di Pabrik Gula (PG) Trangkil, salah satu unit usaha PT Kebon Agung, sebagai lokasi pengujian utama. Skema kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga musim tanam untuk pengembangan varietas tebu toleran kekeringan, serta dua musim tanam untuk varietas toleran cekaman salinitas.
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Divisi Tanaman PT Kebon Agung, Yudi Galih Pratama, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program perakitan yang dijalankan oleh BRMP TAS. Pihak perusahaan berkomitmen penuh untuk memfasilitasi penggunaan lahan di PG Trangkil guna memastikan seluruh rangkaian tahapan kegiatan berjalan optimal.
Dalam sesi diskusi, Yudi Galih Pratama juga memberikan masukan teknis mengenai kriteria seleksi klon unggul. Penekanan diberikan pada pentingnya menyelaraskan hasil pengujian dengan kebutuhan operasional pabrik gula serta preferensi produktivitas yang diharapkan oleh para petani mitra di lapangan.
Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi kedua lembaga untuk memperluas lingkup kerja sama. BRMP TAS dan PT Kebon Agung kini tengah menjajaki potensi sinergi jangka panjang dalam bidang pengembangan dan sistem perbenihan tebu, sebagai langkah nyata dalam menjamin ketersediaan benih unggul berkualitas demi mendukung keberlanjutan industri gula nasional.