BRMP TAS Hadiri Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu Bersama Gubernur Jatim
Bertempat di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang telah dilaksanakan secara resmi Kegiatan Panen dan Tanam Tebu serentak Program Bongkar Ratoon Tebu bersama Gubernur Jawa Timur. Turut hadir pada kesempatan ini BRMP TAS, BRMP Jawa Timur, Dandim 0818 Malang-Batu, Wakapolres Malang, Mabes AD pendamping Perkebunan wilajah Jawa Timur, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur, Direktur Operasional PT SGN, Direktur Utama PT PG Rajawali I, serta Jajaran Forkopimcam Gondanglegi. Pada kesempatan Panen dan Tanam Tebu bersama Gubernur Jawa Timur, juga dilaksanakan secara serentak di 7 Kabupaten/Kota meliputi Kabupaten Kediri, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lamongan.
Program Bongkar Ratoon menjadi langkah strategis dalam peremajaan tanaman tebu. Pada tahun 2025, Kabupaten Malang memperoleh target bongkar ratoon seluas 7.500 hektare, dengan realisasi mencapai 1.717,32 hektare yang terdiri dari Tahap I seluas 1.064,09 hektare, Tahap II 146,92 hektare, Tahap III 196,10 hektare, dan Tahap IV 310,21 hektare. Seluruh bantuan telah direalisasikan dan diterima oleh kelompok tani penerima manfaat. Pada tahun 2026, Kabupaten Malang kembali mendapatkan target bongkar ratoon seluas 7.500 hektare, dengan usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) indikatif mencapai 5.250 hektare. Usulan tersebut yang berasal dari usulan KUD Mitra PG Kebon Agung seluas 1.500 hektare, PG SGN (Mrican, Ngadirejo, dan Pesantren Baru) seluas 2.660 hektare, serta kelompok tani melalui penyuluh seluas 1.090 hektare. Hingga saat ini, realisasi usulan CPCL definitif telah mencapai 2.734,473 hektare.
Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya program ratoon yang berjalan secara masif ini, hasil panen tebu petani bisa maksimal. Keberhasilan Kecamatan Gondanglegi yang pernah menembus angka 250 ton per hektare menjadi bukti nyata potensi besar tebu di Kabupaten Malang. Melalui program bongkar ratoon yang tepat dan integrasi teknologi pertanian modern, diharapkan Kabupaten Malang dapat mencapai produktivitas emas ini secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui jalinan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan para petani, kegiatan panen dan tanam tebu serentak program bongkar ratoon tebu ini diharapkan dapat menjadi titik balik momentum kebangkitan pergulaan tanah air. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi strategis Provinsi Jawa Timur untuk terus memimpin produksi gula nasional, memantapkan ketahanan pangan, dan secara nyata menggerakkan roda perekonomian masyarakat luas.